Sebutan 'kontrak politik khusus' itulah yang disebut-sebut membuat SBY seolah-olah merasa ditekan. Tidak heran bila kemudian teguran dilayangkan.
Namun, Sekjen PKS Anis Matta yang dikonfirmasi terkait kabar teguran itu membantah. Dia menegaskan sama sekali tidak ada teguran atau komplain dari SBY kepada PKS.
"Nggak ada seperti itu. Kemarin pertemuan yang hadir Ustadz Luthfi. Sudah dijelaskan beliau hanya berbicara santai saja," terang Anis saat dihubungi detikcom, Jumat (14/10/2011).
Anis menerangkan, dalam pertemuan itu justru disampaikan reshuffle yang dilakukan presiden membutuhkan dukungan partai-partai koalisi. Pertemuan juga tidak membahas soal nama menteri.
"Dikatakan beliau ada reshuffle butuh dukungan koalisi. Kemarin juga sama sekali tidak menyangkut nama menteri," tuturnya.
Dalam pertemuan di Cikeas itu, selain PKS, hadir juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketum PPP Suryadharma Ali, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Hatta Rajasa.
Pertemuan itu menelurkan 8 butir arah reshuffle. Antara lain meminta hubungan antara pemerintah dan parlemen, khususnya anggota koalisi menjadi lebih sehat dan konstruktif.
Jauh ke belakang, pekan lalu, Menkominfo Tifatul Sembiring mengakui bahwa ada 'teguran' dari SBY kepada PKS. Menteri-menteri dari PKS diminta untuk meredakan 'kegaduhan' di internal PKS mengenai isu reshuffle kabinet.
"Beliau meminta ketidaknyamanan dan pertengkaran di bawah itu agar di-stop. Intinya begitu," kata Tifatul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/10).
(ndr/fay)











































