"Harapan kita Pak Suharso tidak diganti. Porto folio kabinet akan disampaikan dalam komunikasi SBY dengan pimpinan parpol Jumat, Sabtu, Minggu, ini. Kita posisinya menunggu dalam 2-3 hari ini," ujar Sekjen PPP M Romahurmuziy, kepada detikcom, Jumat (14/10/2011).
Menurut Romy, panggilan akrab dia, pertemuan SBY dengan pimpinan partai Kamis (13/10) kemarin hanya bersifat normatif. SBY hanya meminta dukungan pimpinan partai koalisi atas reshuffle yang akan dilakukannya.
PPP, lanjut Romy, tidak dalam posisi mendukung atau mencegah SBY melakukan reshuffle. Sebab reshuffle merupakan kewenangan SBY.
Romy berharap, dua menteri PPP di Kabinet Indonesia bersatu yakni Menag Suryadharma Ali dan Menpera Suharso tidak diganti. Terlebih Suharso yang memiliki masalah pribadi dan ada sinyal-sinyal akan adanya pergantian itu.
"Persoalan pribadi tidak kaitan dengan kinerja. Tapi kita sudah siap dengan segala situasi. Kita juga sudah mengadakan pertemuan pada Kamis pagi di DPP. Sekarang kita tunggu 2-3 hari ke depan," demikian Romy.
Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa tengah menghadapi persoalan keluarga. Dia tengah menghadapi gugatan cerai sang istri, Carolina Kaluku. Urusan rumah tangga ini sedikit banyak tentu akan menjadi pertimbangan Presiden SBY dalam melakukan reshuffle.
Sidang cerai Suharso sudah dimulai pada 3 Oktober lalu di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun karena Suharso tidak datang, maka sidang ditunda selama 2 minggu.
Suharso digugat cerai oleh istrinya, Carolina pada 12 September lalu. Carolina sempat mencabut gugatan itu pada 14 September, namun tak lama berselang gugatan itu didaftarkan kembali dengan nomor 1881/Pdt.G/2011/Pa.Js.
Suharso masih enggan berkomentar soal perceraian ini. Termasuk soal kemungkinan adanya wanita lain dalam hubungan rumah tangga mereka.
(nik/ndr)











































