"Cek kemungkinan bangunan retak, atau roboh. Periksa atap atau genting yang dapat membahayakan. Periksa pipa gas, sambungan dan air bocor," ujar Humas BMKG, Sutopo, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (14/10/2011).
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan atau lereng segera memeriksa adanya rekahan-rekahan pada lereng perbukitan yang dapat menyebabkan longsor. Pantau terus informasi dari BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo menjelaskan penyebab gempa bumi wilayah Bali, NTB, NTT, berasal dari selatan dan utara. Di selatan, pusat gempa berasal dari pertemuan lempeng tektonik aktif Indo Australia dan Eurasia. Setiap tahun bergeser sekitar 5-7 cm per tahun ke utara timur laut. Di utara terdapat terusan patahan di utara Flores.
(rdf/mei)











































