Basuki: Data TI KPU 5 Juli Berubah karena Diverifikasi

Basuki: Data TI KPU 5 Juli Berubah karena Diverifikasi

- detikNews
Minggu, 11 Jul 2004 12:16 WIB
Jakarta - Staf TI KPU Basuki Suhardiman menyangkal adanya rekayasa perolehan suara sehingga data suara pada 5 Juli menjadi berkurang saat dilansir pada Sabtu malam. Perubahan data arena ada proses verifikasi terhadap suara yang masuk."Itu adalah data kecamatan yang diverifikasi lagi, dikoreksi karena berbagai sebab. Misalnya ada surat suara yang tercoblos dalam lipatan yang kemudian dinyatakan sah sehingga ada perubahan data dari data yang sebelumnya dikirim," kata Basuki saat dikonfirmasi detikcom per telepon, pukul 11.30 WIB, Minggu (11/7/2004).Bahkan saat ini pihaknya masih harus memverifikasi data 40 ribu TPS. Dengan demikian, data-data yang dilansir di website TNP KPU akan berubah. "Datanya masih fluktuatif," katanya.Perubahan itu, kata Basuki, lewat prosedur yang benar. "Kami tidak akan mengubah data jika tanpa ada tanda tangan dari petugas di lapangan. Semuanya harus sah sesuai prosedur yang berlaku," tegas Basuki.Basuki juga menilai apa yang disebarkan Roy Suryo sebagai kabar bohong dan bernada fitnah dan sebagi orang yang tidak memahami proses penghitungan suara. "Coba dia mengecek ke lapangan, ke PPS/PPK yang terdekat dengan dia-lah di Yogya. Perubahan-perubahan data di lapangan itu sangat banyak," cetus Basuki.Bahkan, ada kasus satu kabupaten meminta agar datanya dihapus semua. "Jadinya kita harus entri data lagi. Dan itu hal yang wajar," tegasnya.Basuki memastikan tidak ada rekayasa apa pun yang dilakukannya. "Jika ada satu TPS yang belum menyetor, operator kami mencarinya sampai ketemu. Kita uber ke mana-mana itu," katanya. "Orang yang mengaku pakar, ahli, mengerti penghitungan, tolonglah cek di lapangan. Jangan menyebarkan keresahan di masyarakat," kritik Basuki. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads