Pembunuh WN Singapura Sering Diminta Bersihkan Kamar Korban

Pembunuh WN Singapura Sering Diminta Bersihkan Kamar Korban

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2011 21:46 WIB
Jakarta - Edi Hidayat (20), tersangka pembunuh WN Singapura, Chellapan Karunandhi mengenal korban sejak September 2011 lalu. Bahkan, korban sering meminta bantuan tersangka untuk membersihkan kamar apartemen yang dihuni korban.

"Korban mengenal tersangka saat bertemu di lift di Tower Monica Apartemen City Home, sebelum bulan puasa mereka kenalannya," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Irwan Anwar saat dihubungi detikcom, Kamis (13/10/2011).

Dikatakan Irwan, korban sendiri sudah dua tahun di Jakarta. Sebelum menempati kamar 1621 Tower Miami-tempat di mana korban dibunuh-korban pernah tinggal di apartemen sama di Tower Miami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, sebelum lebaran, korban pulang ke Singapura dan kembali lagi setelah bulan lebaran atau tepatnya 7 September 2011," kata dia.

Kebetulan, tersangka yang hanya lulusan SMP itu pandai berbahasa Inggris. Bahkan, tersangka berkomunikasi dengan korban menggunakan bahasa Inggris. Tersangka sendiri sudah 5 bulan bekerja sebagai cleaning service. Ia bertugas di lantai 8-10 mulai dari tower 1-12 apartemen tersebut.

"Nah saat ketemu di lift itu, korban nanya sama tersangka 'bisa nggak saya sewaktu-waktu minta tolong kamu', lalu dijawab tersangka bisa," kata dia.

Pada 7 September 2011, korban pindah kamar dari Tower Santa Monica ke Tower Miami. Saat itu, korban menghubungi tersangka dan meminta bantuannya.

"Tersangka diminta bantuan untuk beres-beres di kamarnya yang di Tower Santa Monica," kata dia.

Kemudian, malam hari sebelum korban dibunuh atau Jumat (31/9), korban juga menghubungi tersangka untuk datang membersihkan kamarnya di Tower Miami. Saat itu, tersangka yang kos di kawasan Plumpang, Koja sempat menolaknya.

"Tersangka bilang bagaimana kalau besok, lalu kata korban, malam ini saja karena besok dia tidak ada di tempat," kata dia.

Akhirnya tersangka menyetujuinya dan saat itu, dia datang pada pukul 22.00 WIB. Namun, setelah berada di kamar korban, otak jahat tersangka muncul ketika melihat barang-barang berharga milik korban tergeletak di atas meja kamar tersebut.

"Korban ingin menguasai barang korban, dia kemudian menusuk leher korban dengan pisau dapur yang berada di apartemen korban," kata dia.

Setelah melihat korban tidak bernyawa, tersangka kemudian menutupi jenazah korban dengan kain sprai. Tersangka juga sempat mengelap lantai yang dilumuri darah korban, agar darahnya tidak mengalir ke luar pintu kamar.

"Jarak jasad korban dengan pintu kamar cuma 1 meter," tutup Irwan.

(mei/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini