Warga Pekanbaru Diundang Urus e-KTP, yang Datang Minim

Warga Pekanbaru Diundang Urus e-KTP, yang Datang Minim

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2011 19:08 WIB
Pekanbaru - Sungguh bukan hal yang gampang menerapkan e-KTP ke masyarakat. Kondisi di lapangan menunjukan carut marut untuk melaksanakan program nasional ini. Dari undangan e-KTP yang disebarkan pihak kecamatan, sangat minim warga yang datang.

“Kayaknya ada yang tidak singkron di lapangan soal undangan ke warga untuk membuat e-KTP ini. Padahal pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan pihak RT dan RW untuk bisa menghadirkan warganya dalam mengurus e-KTP tersebut. Tapi faktanya yang kita lihat, masih minum sekali warga yang datang,” kata Kepala Unit Pelayanan Terpadu Kantor Camat Tampan Yuhaimi, Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (13/10/2011) di Pekanbaru.

Dari pantauan detikcom di Kantor Camat Tampan, terlihat alat elektronik e-KTP di sana. Ruangan e-KTP ini pun berdesakan dengan ruangan staf kantor camat di sana. Dan anehnya server e-KTP di rungan itu tidak ditempatkan pada ruangan pendingin udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal seharusnya perangkat server tersebut lazimnya harus berada di ruangan dingin agar tidak lekas rusak. Di ruangan tersebut, terdapat dua kamera digital sebagai pendukung e-KTP. Namun saat dikunjungi, ruangan itu terlihat sepi.

Menurut Yuhaimi, sejak program e-KTP ini diluncurkan sepekan yang lalu, baru tercatat 58 orang warga yang baru diambil datanya. Padahal datanya di kecamatan tersebut lebih dari 100 ribu jiwa penduduknya. Data yang dibutuhkan dalam pengurusan e-KTP itu misalnya sidik jari, foto dan mata.

Yuhaimi mencontohkan, untuk sepekan ini pihaknya sudah menyebar 900 undangan untuk kelurahan simpang baru di Tampan. Undangan ini sudah dikoordinasikan ke masing-masing RT agar masyarakatnya mengurus e-KTP secara gratis.

“Dari 900 undangan yang diberikan ke salah satu kelurahan itu, sampai hari ini baru 13 orang yang mendaftar. Padahal waktunya masing-masing undangan yang kita sebar hanya seminggu. Batas waktu itu agar kita bisa mengundang warga lainnya,” kata Yuhaimi.

Pihak kecamatan tentu pusing tujuh keliling soal undangan yang disebar namun sangat minim yang datang. “Kita juga bingung, apakah undangan tidak sampai ke masyarakat atau bagaimana. Tapi kalau kita tanyakan ke RT masing-masing mengaku undangan sudah diberikan. Tapi faktanya dari 900 undangan yang kita berikan, baru 13 orang yang datang. Kalau seperti ini waktunya bisa molor terus,” kata Yuhaimi.

(cha/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads