Kabar Sandera Filipina di Irak Masih Simpang Siur

Kabar Sandera Filipina di Irak Masih Simpang Siur

- detikNews
Minggu, 11 Jul 2004 06:18 WIB
Jakarta - Kabar Angelo dela Cruz, warga Filipina yang diculik kelompok perlawanan Irak masih simpang siur. Menurut pemerintah Filipina, Cruz telah dibebaskan. Namun, para penculik membantahnya. Ihwal pembebasan pengemudi truk itu disampaikan salah seorang pejabat Filipina. Cruz diculik di dekat Fallujah, Rabu (6/7/2004) lalu. Para penculik mengancam akan membunuh Cruz apabila pasukan Filipina tidak ditarik keluar dari Irak. "Saat ini, Cruz telah lepas dari mereka. Dia sedang dalam perjalanan menuju hotel di Baghdad dimana orang kita akan menjemputnya," ujar Menteri Perburuhan Patricia Santo Tomas. Hal senada dilontarkan Penasihat Keamanan Nasional Norberto Gonzales. "Dia berada di tempat yang aman," ungkapnya. Bahkan, Santo Tomas menambahkan Presiden Arroyo telah menyampaikan kabar itu kepada istri Cruz. Kabar itu disambut gembira keluarga Cruz. "Saya tidak percaya mendengarnya. Kami sangat gembira," kata Jessie, saudara Cruz. Namun, televisi Al-Jazeera menerima pesan dari para milisi yang menyangkal pernyataan itu. Brigade Khalid bin al-Waleed memberi waktu pemerintah Filipina selama 24 jam untuk memenuhi tuntutan mereka dengan sungguh-sungguh. Mereka menuntut penarikan pasukan Filipina dari pada 20 Juli 2004. Tuntutan itu satu bulan lebih cepat dari apa yang direncanakan pemerintah Filipina. Sekadar diketahui, pemerintah Filipina berencana menarik pasukan penjaga perdamaian di Irak pada 20 Agustus. Pemerintah Filipina juga menolak anggapan bahwa penarikan pasukan itu terkait dengan upaya pembebasan Cruz. Berbeda dengan pejabat lainnya, diplomat Filipina di Baghdad sangat berhati-hati dalam menyikapi soal Cruz. "Kami tidak akan mengeluarkan pernyataan sebelum kami mendapatkan dia hingga kami melihat dia," kata salah seorang diplomat yang tidak ingin disebut namanya. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads