RS Haji Bantah Tuduhan Malpraktik Terhadap Syaripudin

RS Haji Bantah Tuduhan Malpraktik Terhadap Syaripudin

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2011 16:39 WIB
Jakarta - Keluhan dugaan malpraktik yang dilakukan dokter RS Haji Jakarta (dulu RS Haji Pondok Gede) dengan Syaripudin S Pane belum membuahkan hasil. Namun dari pemeriksaan sementara internal, RS Haji membantah adanya praktik malpraktik yang dituduhkan Syaripudin.

"Hasil pemeriksaan sementara belum didapati adanya malpraktik yang didugakan pasien," kata Legal Official RS Haji Jakarta Fauzie Yusuf Hasibuan, saat jumpa pers di RS Haji, Kamis (13/10).

Hasil sementara itu, kata Fauzie, didapat setelah pihak manajemen di bawah kendali Direktur Medik RS Haji memeriksa secara internal terkait aduan Syaripudin. Mereka yang diperiksa adalah tim dokter yang menangani operasi dan manajemen lainnya.

Sementara itu terkait permintaan Syaripudin yang meminta pihak rumah sakit untuk menanggung seluruh biaya operasi dan pengobatan sebesar Rp 50 juta, Fauzie menyatakan pihaknya masih memerlukan waktu untuk mediasi.

"Kami menyepakati untuk mancari waktu mediasi, solusi, untuk mencari penyebab dan alasan objektif mengenai apa yang dikomplain," tegasnya.

Mediasi tersebut nantinya dilakukan pihak manajemen rumah sakit dengan Syaripudin. "Secara tegas menyatakan komplain dan ganti rugi akan diselesaikan dengan pendekatan ukhuwah (kekeluargaan)," tutur Fauzie.

Di tempat sama, Syaripudin yang datang tanpa kuasa hukum menuturkan, batas mediasi yang dia berikan kepada pihak rumah sakit adalah 2 minggu terhitung hari ini, Kamis (13/10). Dia menegaskan bila tuntutan ganti rugi yang dilayangkannya tidak disanggupi dalam proses mediasi, maka dia akan mengancam membawa kerugian yang menimpanya ke jalur hukum.

"Kalau materi ganti rugi tidak disanggupi rumah sakit, dengan sangat terpaksa saya naikan ke ranah hukum," ancam Syaripudin seraya menambahkan, bukan hanya laporan pidana yang akan dia layangkan, tapi juga gugatan perdata terhadap praktik dugaan malpraktik.

Syaripudin menyatakan dirinya merasa kecewa karena di awal pertemuan dengan pihak rumah sakit sebelumnya, dirinya meminta pertemuan hari ini pihak RS Haji mampu mendatangkan tim dokter yang melakukan tindakan operasi terhadapnya, yaitu dr Agus Pujo dan Rizal, keduanya merupakan dokter dari RS Polri Sukanto, Kramatjati.

"Sangat disayangkan, padahal di pertemuan sebelumnya saya meminta mereka untuk dihadirkan, tapi nyatanya tidak hadir hari ini," ujar pengusaha ekspor-impor ini.

Syaripudin mengalami pendarahan bercampur nanah selama 8 bulan operasi pemasangan pen di tulang kaki kanannya akibat terjatuh di kediamannya di Jl Pintu II TMII, RT 8 RW 4, Nomor 35, Lubang Buaya, Jakarta Timur, 1 September 2010.

Pen yang menyangga tulangnya tersebut kemudian diangkat tim dokter di Surya Husada Hospital Bali setelah Syaripudin mengalami demam tinggi dan pendarahan hebat di sela jaitan pemasangan pen.

Dokter yang mengangkat pen tersebut menduga pendarahan akibat dari pemasangan pen yang tidak steril. Dia juga terkejut saat melihat pennya sudah dalam kondisi gompal.

Namun, kata Syaripudin, dokter yang mengangkat pennya dan menyebut penyebab pendarahan akibat tidak sterilnya pen mengirim surat atas permintaan RS Haji berubah haluan.

Dokter yang diketahui bernama dr Siki Kawiana menyebut tidak menemukan ketidaksterilan dalam proses pemasanhan pen saat operasi.

"Saya pahami kalau sesama dokter tidak mungkin saling menjatuhkan," ujarnya.

Kini dia mengaku masih dalam proses penyembuhan pasca pengangkatan pen. "10 persen lagi kalau dihitung kondisi penyembuhan," ujarnya.

(ahy/ndr)


Berita Terkait