Data-data yang didapat detikcom dari Humas UGM, Kamis (13/10/2011), pria kelahiran 17 Mei 1962 ini menjadi dekan termuda di fakultas tersebut yakni 46 tahun. Padahal saat mendaftar, Ghufron hanya coba-coba. Mendaftar dua jam sebelum ditutup, justru akhirnya Ghufron yang terpilih.
Guru besar yang satu ini memang menonjol. Sejak tahun 2004, Ghufron diserahi tugas sebagai Ketua Pengelola Gama Medical Center (GMC). GMC itulah yang menjadi cikal bakal adanya jamkesmas dan jamkesda, yang diadopsi oleh pemerintah pusat dan daerah saat ini.
Ghufron berharap, program kesehatan yang dibuatnya tersebut bisa membantu masyarakat Indonesia, khususnya untuk orang kurang mampu. Ghufron pun bersyukur program yang dibuatnya bisa diadopsi oleh seluruh daerah di Indonesia.
"Ya, semoga menjadi amal yang tidak terputus. Apalagi semua daerah sekarang punya jamkesda. Bersyukur diberi kesempatan untuk melakukan hal seperti itu," kata Ghufron.
Jadi Dokter karena Dimarahi Dokter
Keinginan menjadi dokter memang sudah muncul dalam diri Ghufron sejak kecil. Namun bukan karena pria yang dibesarkan di kota Blitar, Jawa Timur itu cinta dengan kedokteran. Dokter yang berasal dari orang tua petani ini ingin menjadi dokter karena pernah dimarahi oleh seorang dokter.
"Waktu kecil, kelas lima SD, saya kena demam panas lalu berobat ke dokter praktik yang letaknya jauh dari rumah. Saya datang sendiri. Lalu dimarahi, diminta uang suruh bayar Rp 500. Saya pikir sudah dimarahi kok malah diminta uang, mahal lagi. Kalau begitu, kapan-kapan aku juga harus jadi dokter. Kelihatannya jadi dokter kok enak gitu," kenang Ghufron.
(ken/asy)











































