"Positif. Dari sampel yang kita uji, positif flu burung," kata Hidayat Syamsul Dilaga, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov NTB, di Mataram, Kamis (13/10/2011).
Dilaga mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel dari 30 ekor ayam, yang seluruhnya ayam kampung. Sampel itu sebagian diperiksa di Mataram, dan enam sampel dikirim ke laboratorium di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Lombok Tengah, Ibrahim, di sela-sela perayaan Hari Pangan Sedunia di Kantor Gubernur NTB, Jl Pejanggik, Kota Mataram, mengatakan virus flu burung ditemukan di tiga lokasi. Tiga lokasi itu yakni Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Desa Peringgarata, Kecamatan Peringgarata, dan Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat Daya.
"Di Semayan, sudah ada laporan tim kami 400 ekor yang mati mendadak. Di Peringgarata sudah ada 500 ekor yang mati mendadak. Kalau dengan yang di Penujak, sampai hari ini sudah mencapai 1.000 ekor yang mati mendadak," katanya.
Belum diketahui, apakah virus flu burung itu memang berasal dari tiga lokasi itu, atau akibat penyebaran dari kawasan lain. Khusus untuk Kelurahan Semayan, Syamsul Dilaga mengatakan, kawasan itu masih diisolasi.
Kasus unggas yang terinfeksi flu burung pernah ditemukan di tempat itu pada 2008. Namun tidak sampai menyebar, akibat penanganan segera. Sementara dua kawasan lain belum diisolasi, meski sudah ada penanganan.
Pemda NTB telah menetapkan unggas tidak boleh masuk dari luar NTB, berapapun jumlahnya. Jika ditemukan, unggas itu akan dikembalikan ke daerah asal atau dimusnahkan. Yang dibolehkan hanya telur unggas dan DOC, anak ayam yang masih berumur satu hari.
Kendati begitu, Dilaga mengkhawatirkan sejumlah pelabuhan tak resmi di beberapa titik di Lombok yang memungkinkan unggas serta binatang dari luar provinsi masuk ke Lombok tanpa mendapat pengawasan Balai Karantina Hewan.
Sejumlah pelabuhan tidak resmi itu antara lain banyak dilayari kapal-kapal nelayan tradisional, yang umumnya menghubungkan Lombok dengan Bali. Pekan lalu, dua orang di Bangli, Provinsi Bali, meninggal dan dinyatakan positif akibat serangan virus flu burung.
(fay/fay)










































