Filipina Didesak Tarik Pasukan
Sabtu, 10 Jul 2004 20:13 WIB
Jakarta - Kelompok perlawanan Irak menuntut pemerintah Filipina menarik pasukannya. Apabila tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam akan membunuh warga Filipina yang diculiknya. Menteri Luar Negeri Delia Albert dalam pernyatannya Sabtu (10/7/2004) mengatakan keberadaan pasukan Filipina tidak akan diperpanjang dan akan ditarik bulan depan. Namun, dia menegaskan keputusan menarik pasukan tersebut bukan merupakan jaminan dari proses negosiasi pembebasan. Albert menambahkan pihaknya secara terus-menerus berusaha keras untuk membebaskan Angelo dela Cruz, warga Filipina yang diculik di Irak. Cruz adalah seorang pengemudi truk yang berkantor di Saudi Arabia. Dia diculik di sebuah tempat yang berjarak sekitar 30 mil dari arah Baghdad. Cruz telah menikah dan mempunyai 8 anak. Jaringan televisi Al Jazeera menayangkan gambar Cruz bersama penculiknya. Dalam pernyataan bahasa Inggris yang dibacakan salah seorang penculik, Cruz meminta agar pasukan Filipina ditarik. "Kepada rekan-rekan semua, saya sarankan untuk tidak datang ke Irak dan kepada Presiden (Gloria Macapagal) Arroyo, saya meminta agar anda menarik pasukan dari Irak," ujarnya. Namun, CNN belum dapat memastikan apakah rekaman video yang ditayangkan itu otentik. Dalam tayangan itu, Cruz dikelilingi 3 orang penculiknya yang mengenakan tutup wajah dan pakaian warna hitam. Para penculik mengancam akan membunuh Cruz apabila pemerintah Filipina tidak menarik pasukannya dari Irak dalam waktu 72 jam. Selain Cruz, dua orang warga Bulgaria juga menjadi korban penculikan di Irak. Para penculik menganggap kedua orang itu telah membantu transportasi tentara AS.
(rif/)











































