"Bukanya saya tidak bangga, tetapi isi dulu perut kita sampai kenyang baru kemudian di ekspor," ujar Megawati yang diiringi tepuk tangan oleh seluruh peserta yang hadir alam acara seminar.
Mega menyampaikan hal ini saat menjadi keynote speaker dalam acara seminar bertema 'Krisis Keuangan dan Pangan, Peluang atau Ancaman' di gedung Nusantara, DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya lahan yang produktif itu jangan diganggu gugat. Itu untuk lumbung pangan, lahan yang tidak produktif silakan dibangun perumahan atau pabrik," kata ketua umum PDIP ini.
"Jangan hanya tepuk tangan, kapan ini direalisasikan?," tambah Mega.
Selain soal pangan, Mega juga menyoroti sumber energi gas yang banyak dimiliki oleh Indonesia. Namun kebijakan pengelolaan gas dinilai tidak tepat sasaran.
"Gas itu seharusnya untuk mencukupi rakyat dulu, supaya masak jadi murah, baru sisanya kemudian diekspor. Jangan malah untuk memenuhi kebutuhan di sana, tapi di sini diabaikan," protesnya.
(her/gun)










































