"Ada yang terbukti, ada yang tidak. Kalau mau mengikuti logika yang kalah, pasti kita tidak puas, tapi kalau setiap tidak puas lalu kita anggap pasti ada suap, kapan negara ini akan beres?" kata Jimly saat dihubungi wartawan, Rabu (12/10/2011).
Justru, kata Jimly, putusan tersebut menggambarkan KPK berisi manusia biasa yang bisa bekerja tidak sempurna, sehingga kasus ini baik untuk dijadikan pelajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jimly, justru aneh jika KPK menang terus dalam setiap peradilan. "Kalau mereka bukan Tuhan yang tidak pernah salah, pasti itu berarti hakimnya yang tidak independen karena takut tidak populer atau takut dimaki-maki oleh masyarakat yang sedang marah kepada koruptor," ujarnya.
"Kalau begitu cara kerjanya berarti bukan keadilan yang dicapai, tapi justru kezaliman. Bukan kebenaran yang didapat, tapi pembenaran. Mari kita hormati proses hukum meski saya sendiri dan kita semua tidak puas olehnya. Agar bangsa dan negara kita bisa beres, tidak kacau terus seperti sekarang," tutupnya.
Putusan bebas murni terhadap Mochtar banyak mendapat tentangan dan tak sedikit yang mencurigai ada suap di balik vonis tersebut. Wakil Ketua KPK M Jasin juga menyatakan prihatin atas putusan bebas pertama untuk kasus yang sejak penyidikan hingga dakwaan ditangani oleh pihaknya itu.
(lrn/mpr)











































