"Sama sekali itu tidak benar karena sesuai penugasan DPR pun saya di komisi 4 yang bermitra dengan kementerian pertanian, kehutanan, perikanan kelautan dan Bulog, bukan mitra kerja Kemenpora," kata Jafar lewat pernyataan tertulis kepada detikcom Rabu (12/10/2011).
Sebagai ketua fraksi pun, kata Jafar, ia tidak tahu menahu persoalan dugaan suap itu. "Karena fraksi Partai Demokrat tidak pernah sekali pun membahas tentang proyek-proyek. Itu domainnya komisi bersama mitra kerjanya masing-masing," ujar mantan pejabat di kementerian pertanian ini.
Lagipula, lanjut Jafar, ia diamanatkan menjadi ketua fraksi baru Agustus 2010. "Pembahasan tentang APBN dan APBN-P 2010 telah ditetapkan. Jadi sama sekali tidak berdasar tuduhan tersebut," tegasnya.
"Tuduhan ini merupakan fitnah semata, namun semua itu saya serahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang tengah berjalan," tutupnya.
Seperti diberitakan, usai diperiksa KPK sekitar 8 jam hari ini, Nazaruddin menyebut jafar Hafsah ikut menerima aliran duit dugaan suap wisma atlet. Dia juga kembali menyebut namna Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir. Ketiga orang tersebut sudah pernah membantah tudingan tersebut.
(lrn/mpr)











































