โDengan hal-hal yang selama ini belum jelas menjadi jelas dan peran-peran orang ini jelas. Dan permainan antara pemerintah dan Banggar terbuka,โ kata Elza Syarif usai mendampingi Nazaruddin diperiksa selama sembilan jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/10/2011) malam.
Tetapi, Elza menegaskan tidak bisa mengungkap lebih jauh mengenai keterangan Nazaruddin seputar keterlibatan Banggar DPR yang disampaikan kepada penyidik KPK. Sebab, hal itu bukan kewenangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Nazaruddin pernah menjelaskan mengenai pihak-pihak yang sebelumnya disebut berperan, seperti oknum dalam Banggar DPR. Nazaruddin mengungkapkan bahwa mantan rekan satu partai, Angelina Sondakh dengan anggota dewan dari Fraksi PDI-P, I Wayan Koster menerima uang Rp 9 miliar soal.
Setelah itu, keduanya menyerahkan Rp 8 miliar kepada pimpinan Banggar, Mirwan Amir. Dari Mirwan diserahkan ke pimpinan Banggar yang lain, Anas Urbaningrum dan ketua Fraksi Partai Demokrat sebesar Rp 1 miliar. Baik Koster, Angelina, Mirwan dan Anas sudah membantah tudingan tersebut.
(fjp/lrn)











































