Nazaruddin Minta Kasusnya Jangan Dikorbankan Secara Politis

Nazaruddin Minta Kasusnya Jangan Dikorbankan Secara Politis

- detikNews
Rabu, 12 Okt 2011 20:35 WIB
Nazaruddin Minta Kasusnya Jangan Dikorbankan Secara Politis
Jakarta - Muhammad Nazaruddin berjanji bakal bicara blak-blakan mengenai siapa saja penerima aliran dana kasus suap wisma atlet. Namun Nazaruddin meminta kasus suap wisma atlet ini jangan hanya dikorbankan dari sisi politiknya saja.

"Jangan dikorbankan dari politiknya saya nggak mau. Saya akan jelasin semua tentang siapa yang diterima uang," tutur Nazaruddin di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (12/10/20110).

Namun Nazaruddin tidak memperinci mengenai upaya pengorbanan kasusnya secara politis yang ia maksudkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal kasus suap wisma atlet sendiri memang syarat dengan nuansa politis. Bagaimana tidak, selain Nazaruddin yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Umum Demokrat, dalam kasus ini juga disinyalir ada uang yang mengalir ke sejumlah politisi di DPR.

Pada Senin (10/10) kemarin, mantan bawahan Nazaruddin, Rosalina kembali mengungkapkan, sejumlah anggota DPR menerima kucuran duit proyek wisma atlet SEA Games Palembang. Tapi terpidana 2,5 tahun penjara kasus suap proyek senilai Rp 191 miliar itu enggan menyebutkan nama-nama anggota parlemen penerima dana tersebut.

“Banyak. Ya, ada lima, kali. Tanya KPK. Saya sudah menjelaskan semuanya," kata Rosa setelah diperiksa KPK.

Saat di persidangan, Rosa juga pernah mengungkapkan, duit proyek mengalir ke anggota Badan Anggaran DPR. Mereka yang disebut menerima adalah Angelina Sondakh, anggota Komisi Olahraga dari Partai Demokrat dan I Wayan Koster, anggota Badan Anggaran dari PDI Perjuangan.

Baik Koster maupun Angie sebelumnya telah membantah terlibat maupun kecipratan duit panas dari proyek wisma atlet. Khusus untuk Angie, dia pernah dipanggil penyidik KPK terkait kasus ini.

(fjp/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini