Dia menyatakan, sebagai orang yang diangkat oleh presiden, sudah tentu ia dekat dengan pemerintahan yang berjalan.
"Sekarang saya tanya, saya dekat kemana? Kalau diangkat oleh presiden apa mungkin lalu kita bisa abaikan dan tidak laksanakan tugas atau berbuat tidak adil. Bagi saya tidak adil, itu zalim," tegas Yunus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meyakinkan, meskipun dia diangkat oleh presiden, ia akan mengedepankan independensinya ketika kelak menjadi pimpinan KPK. Dia meminta hal itu tidak diragukan.
"Saya kira kedekatan dan independensi itu berbeda. Saya jamin sistem (menangani kasus) itu tetap berjalan," katanya.
Yunus menambahkan, pimpinan KPK itu berjumlah lima orang dan bekerja sangat solid. Sehingga tidak mungkin, dengan kedekatan satu orang bisa menciptakan suatu permainan dengan baik.
"Jangan lihat begitu, KPK itu sangat ketat aturan mainnya. Nggak akan mungkin bisa main sendiri, karena ada kode etik yang harus dipenuhi karena bukan satu-satunya," tegas Yunus.
Dalam dengar pendapat tersebut, Yunus ditantang seorang anggota DPD bernama Sarah untuk terkait program prioritasnya jika terpilih menjadi pimpinan KPK. Sarah menantang Yunus agar kasus Bailout Bank Century menjadi program utamanya dan tidak segan menindak siapapun.
Yunus pun tak gentar dengan tantangan itu. Dia mengaku siap menindaklanjuti asalkan memang banyak bukti yang mendukung untuk menetapkan tersangka baru.
"Saya rasa untuk kasus Century, sudah banyak tersangkanya, yang terhukum juga (banyak). Tapi kalau dalam perjalanannya ke depan ada bukti terkait penyelanggara negara tentu akan kita usut. Kalau memang ada kita akan jalan terus," tegas Yunus.
Yunus berjanji akan berbuat seadil-adilnya dan memproses sesuai hukum yang berlaku.
"Tentu akan adil, karena adil tidak mengenal siapa pun juga. Kalau terkait akan diproses sesuai hukum yang ada. Ibarat orang buta pegang pedang, yang bisa mengenai siapa saja kalau benar terbukti," tandasnya.
(lia/lrn)










































