"Saya hanya mengatakan bahwa alangkah baiknya bila presiden dalam hal reshuffle menggunakan penilaian terhadap menteri berdasarkan prestasi dan track record di bidangnya," ujar Ical usai memimpin rapat fraksi Golkar di gedung Nusantara, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).
"Jadi berdasar pada kemampuan di bidang yang dilakukan, bukan menteri asal partainya. Jadi partainya itu nomor dua, yang pertama adalah kemampuan untuk menjalankan tugas di bidangnya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang bersangkutan rapornya ternyata merah kita mau bilang apa. Saya tidak tahu apakah ada menteri Golkar yang masuk kategori raport merah," terangnya.
Bila SBY menghendaki ada kader Golkar yang akan diganti dari kalangan profesional, Ical tidak mempersalahkan. Namun Ical juga menegaskan bahwa partainya banyak diisi oleh kalangan profesional.
"Soal profesional, Golkar juga banyak profesional. Ketua umum Hipmi saja ada 9. Jadi kalau presiden menghendaki, kita siap menyediakan profesional untuk mengganti bila ada satu menteri Golkar yang duduk di kabinet yang diganti," imbuhnya.
(her/lh)











































