Pengamat Politik: Nasionalisme Kwik Sudah Tergelincir

Pengamat Politik: Nasionalisme Kwik Sudah Tergelincir

- detikNews
Sabtu, 10 Jul 2004 13:51 WIB
Jakarta - Pengamat politik dari Freedom Institute Hamid Basyaid menilai, nasionalisme Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie sudah tergelincir dengan menuduh pihak asing menyetir pelaksanaan pemilu di Indonesia. Menurutnya, tuduhan itu seharusnya diiringi dengan bukti yang seimbang. "Hebat banget, kalau Jimmy Carter dan William Liddle mempengaruhi pemilu, ini fantastis sekali. Carter dan Liddle tidak bisa dianalogikan dengan Bush (Presiden AS) yang mempunyai kekuatan politik, perang dan ekonomi yang sangat besar. Jadi isu yang diusung itu sangat tidak tepat, saya kira nasionalisme Kwik sudah tergelincir," kata Hamid dalam diskusi mengenai Pro-Kontra Quick Count di Hotel Peninsula Slipi Jakarta, Sabtu,(10/7/2004).Ditegaskan Hamid, rasa nasionalisme memang bagus, maka itu Kwik harus berhati-hati melontarkannya, sebab Indonesia dalam beberapa hal termasuk ekonomi masih mengandalkan bantuan asing. "Nasionalisme harusnya diterjemahkan dalam konteks global dalam arti untuk kepentingan publik tidak hanya sekedar mengobarkan nasionalisme individual ini tidak tetap, jika tuduhan terhadap Carter dan Liddle serius harusnya ada bukti yang seimbang," ujarnyaDi tempat yang sama pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Syaiful Mudjani menilai, survei yang dilakukan pihak asing masih bisa diterima sepanjang survei tersebut cukup kredibel. Mudjani menilai, maksud pernyataan Kwik lebih kepada instansi atau lembaga penelitian dalam negeri untuk lebih dominan ketimbang asing."Tapi ada yang harus diingat, politik kita saat ini relatif terbuka dan apapun asal-usul negara atau ras orang tersebut sepanjang kredibel tidak masalah ini demokratisasi, kebetulan saja memang Liddle sudah lama mengamati Indonesia jadi wajar saja ia bicara," ujar Syaiful.Menurut Syaiful, Liddle sebenarnya sangat menghargai imbauan Panwaslu yang memintanya tidak mengeluarkan rilis mengenai survei yang dilakukannya. "Jadi ia cukup sadar. Sekali lagi harus diingat Indonesia sudah sangat terbuka silahkan semua mengomentari asal kredibel," katanya. (ir/)


Berita Terkait