"Mulai hari ini, kita berlakukan prosedur penanganan daerah yang terkena wabah flu burung. Kita isolasi kawasan itu untuk kepentingan penanganan," kata Amiruddin, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan NTB, melalui sambungan telepon pada detikcom, Rabu (12/20/2011), siang.
Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, berjarak 40 kilometer arah timur Kota Mataram. Amiruddin memastikan contoh darah telah diambil dari ternak ayam dan dikirim untuk diperiksa di laboratorium di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak menghitung berapa jumlah persisnya ayam yang mati. Tapi sudah ratusan. Dan semuanya mati mendadak. Ayam yang mati adalah jenis ayam kampung," kata Amiruddin.
Amir belum memastikan, apakah banyaknya ayam yang mati mendadak itu akibat wabah Flu Burung. Itu kata dia akan diketahui setelah hasil uji laboratorium diperoleh.
"Warga resah, khawatir flu burung benar-benar menjangkit. Kami tidak ingin berspekulasi. Kita tunggu hasil laboratorium. Kalau soal penanganan, ini prosedur saja," kata Amir.
Kepada petugas kesehatan hewan, warga setempat melaporkan, ayam mati mendadak di kelurahan itu terjadi sejak sepekan sebelumnya. Namun jumlahnya kian banyak, mulai awal pekan ini. Ayam-ayam yang semula sehat, tiba-tiba ditemukan sudah jadi bangkai.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, tim khusus kini tengah memeriksa intensif beberapa warga setempat, untuk memastikan memang ada virus Flu Burung yang menjangkiti warga atau tidak.
"Laporan sementara, tidak ditemukan ada warga yang memiliki tanda-tanda terserang virus Flu Burung. Apa yang dikhawatirkan warga belum kita temukan," katanya.
(lh/lh)











































