Editor AS untuk Majalah Forbes Edisi Russia Dibunuh

Editor AS untuk Majalah Forbes Edisi Russia Dibunuh

- detikNews
Sabtu, 10 Jul 2004 09:03 WIB
Jakarta - Editor Majalah Forbes edisi Russia yang merupakan warga negara Amerika Serikat, Paul Khlebnikov, ditembak mati dekat kantor majalahnya di timur laut Moscow, Jumat (9/7/2004) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.Khlebnikov mendapatkan empat peluru dari sepuluh yang ditembakkan oleh dua penyerangnya. Ia meninggal dunia dalam ambulans yang menuju rumah sakit, seperti yang diberitakan oleh kantor berita AFP, Sabtu (10/7/2004)."Saya pikir pembunuhan ini tak ada hubungannya dengan artikel apapun yang telah kami publikasikan atau yang telah muncul dalam isu mendatang. Saya tidak tahu kenapa hal ini terjadi, kata Pimpinan Forbes Russia, Maxim Kashulinski.Editor lain dari majalah tersebut, Leonid Berchidski, mengatakan bahwa Khlebnikov sudah enam bulan ini tidak melakukan investigasi jurnalistik.Alexander Gordeyev, editor majalah Newsweek edisi Russia yang satu gedung dengan Forbes Rusia, langsung menuju sisi Klebnikov beberapa saat setelah penembakan terjadi."Saya tanya Paul beberapa kali, apa yang dipikirkannya, kenapa hal ini terjadi. Paul berkata ia tidak tahu. Ia berkata beberapa kali bahwa tak ada yang mencurigakan terjadi pada dirinya akhir-akhir itu," kata Gordeyev."Lalu ia tidak berbicara apa-apa lagi mengenai itu; ia hanya meminta pertolongan," tambah Gordeyev.Forbes Russia adalah majalah AS edisi berbahasa Russia yang mempublikasikan daftar tahunan selebriti paling hebat di dunia, yang baru diterbitkan di bulan April tahun ini.Khlebnikov adalah keturunan imigran Russia yang lahir di New York. Ia telah bekerja untuk Majalah Forbes sejak berusia 15 tahun. Sebelum di Russia, Khlebnikov telah menjadi editor senior pada Forbes yang berbasis AS.Selain editor Majalah Forbes edisi Russia, Khlebnikov adalah pengarang buku tentang hartawan Boros Berezovsky yang berjudul "Godfather of the Kremlin: Boris Berezovsky and the Looting of Russia". Buku yang diterbitkan tahun 2000 ini menceritakan bagaimana Berezovsky yang kini hidup dalam pengasingan di Britania, menurut dugaan orang mengalirkan ratusan juta dolar keluar Russia. (wrs/)


Berita Terkait