Jakarta - Sejauh ini tidak ada pergeseran perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Camar Bulan, Kalimantan Barat. Pergeseran letak patok tanda perbatasan lebih diakibatkan oleh abrasi air laut yang memang kerap terjadi di daerah pantai.
Demikian disampaikan oleh Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menanggapi isu pencaplokan wilayah kedaulatan NKRI oleh Malaysia di perbatasan Camar Bulan, Kalimantan Barat. Namun diakui masih ada garis perbatasan laut yang terus dirundingkan.
"Prinsipnya tidak ada pergeseran," ujar Julian melalui telepon, Selasa (11/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY, lanjut Julian, sudah mendapakan penjelasan dari para menteri terkait isu sengketa di perbatasan tersebut. Di antaranya adalah dari Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa yang membenarkan, lokasi patok tanda batas hasil perundingan dengan Malaysia pada 1978 itu memang bergeser akibat faktor alam.
"Perubahan patok, seperti disampaikan oleh menlu, adalah akibat abrasi laut. Garis perbatasan di darat tidak ada masalah, tapi di laut lebih kompleks," ungkap Julian.
(lh/mok)