KPUD Indramayu: Tidak ada TPS & PPS 'Liar' di Al Zaytun

KPUD Indramayu: Tidak ada TPS & PPS 'Liar' di Al Zaytun

- detikNews
Sabtu, 10 Jul 2004 00:18 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Indramayu membantah pihaknya mendirikan PPS khusus dan TPS 'liar' di Pondok Pesantren Al-Zaytun pada hari-H pemilihan presiden lalu.Sebanyak 83 TPS yang berdiri dalam lingkungan ponpes terbesar di Asia Tenggara tersebut, merupakan bagian dari 112 TPS di desa Mekarjaya, Indramayu. Lokasi ke-83 TPS itu terkonsentrasi di bangunan enam lantai, bakal Masjid Rahmatan Lilalamin, yang berada di dalam pagar Pondok Pesantren Al Zaytun."Tidak ada PPS khusus di sana, itu hanya tim yang tugasnya membantu PPS Mekarjaya merekapitulasi hasil suara TPS di Al Zaytun yang jumlah pemilihnya sangat besar," bantah Anggota KPUD Indramayu, Agung Mardiyanto, di Kantor KPU Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (9/7/2004).Hasil penghitungan suara pilpres di 83 TPS tersebut adalah: Wiranto-Salahuddin Wahid meraih 24.794 suara (99,80 persen), Megawati-Hasyim meraih enam suara (0,02 persen), Amien-Siswono 21 suara (0,08 persen), Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla 16 suara (0,06 persen), dan Hamzah-Agum meraih dua suara (0,01 persen).Sedangkan pada pemilu legislatif lalu dari 11.565 pemilih di Al-Zaytun, 100 persen memilih caleg DPR dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan hampir 100 persen memilih caleg DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari Partai Golkar.Agung juga membantah adanya tindak pengusiran terhadap saksi capres/cawapres dari komplek ponpes yang letaknya terpencil dan sulit terjangkau tersebut. Sebab sesuai aturan pasal 24 SK KPU No 37/2004, bagi saksi yang terlambat datang, tidak diperkenankan masuk TPS."Selain itu Al Zaytun juga punya prosedur penerimaan tamu yang harus dihormati. Lagi pula, pada akhirnya saksi yang terlambat itu diperbolehkan menyaksikan pemungutan dan penghitungan suara," kilah Agung. (wrs/)


Berita Terkait