Indonesia Tawarkan Mediasi Konflik Ala ASEAN

ASEAN-UE

Indonesia Tawarkan Mediasi Konflik Ala ASEAN

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2011 17:59 WIB
Indonesia Tawarkan Mediasi Konflik Ala ASEAN
Nusa Dua - Indonesia menawarkan pengalaman soal cara dan praktik pencegahan, mediasi, serta penyelesaian konflik di masing-masing kawasan.

Tawaran tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI Djauhari Oratmangun dalam ASEAN-EU High Level Expert Workshop on Preventive Diplomacy and International Peace Mediation di Bali (11/10/2011).

"Tema ini tidak saja relevan dalam rangka membangun ASEAN yang berorientasi masyarakat, sekarang dan akan datang, tapi juga momentum untuk menyiapkan Lembaga ASEAN untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi, serta mempromosikan budaya damai sebagai refleksi semangat kerjasama," ujar Dirjen.

Dikatakan, bahwa dengan mekanisme informal di berbagai tingkatan, Indonesia melalui ASEAN juga sesungguhnya memiliki cara efektif untuk menyelesaikan konflik, mediasi maupun membendung eskalasi pertikaian.

Pandangan serupa dikemukakan Deputi II Kementerian Koordiantor Politik, Hukum dan Keamanan RI Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema, seperti disampaikan pejabat senior Direktorat Jenderal ASEAN PLE Priatna dari media-center Bali National Convention Center, Nusa Dua-Bali, kepada detikcom petang ini.

"ASEAN memiliki pengalaman yang bisa dibagikan pada kawasan lain. Bagaimana perdamaian regional bisa dibangun dan kemampuan mengelola konflik internal perlahan bisa dilembagakan," urai Dubes Nadjib.

Pernyataan ini didukung oleh Dr. Mely Cabalerro Anthony dari Sekretariat ASEAN. Menurut Anthony, kini sudah saatnya bagi ASEAN untuk turut menyampaikan pengalaman dan cerita sukses di kawasan, yang selama ini hampir kurang terdengar.

Konferensi sehari pencegahan dan mediasi konflik ini berlangsung memanfaatkan ASEAN’s Joint Preparatory Meeting, yakni pertemuan koordinasi tingkat pejabat tinggi ketiga pilar Komunitas ASEAN: pilar politik, ekonomi dan sosial budaya (10-14/10/2011).

Pertemuan ini menghadirkan panelis antara lain Duta Besar Finland untuk Indonesia Kai Sauer, Dubes RI untuk ASEAN Ngurah Swadjaya, Agus Wandi, Wakil Koordinator Transisi Afghanistan Peace and Reintegration Program UNDP Andrew Marshall dan Crisis Management Initiative (CMI) Norwegia Tuija Taltive.

Kemudian wakil dari Uni Eropa Guy Banim, OSCE Conflict Prevention Center dr. Alice Ackerman, Direktur Kebijakan dan Mediasi PBB Levent Bilman, Direktur Berghoft Research Center-Berlin Dr Norbert Ropers dan SADC-Komunitas Pembangunan Afrika Selatan Masimba Kamba.

Dari jalannya diskusi dalam pertemuan, seperti diungkapkan Priatna kepada detikcom, sempat dibicarakan mengenai inisiatif Menlu RI Marty Natalegawa dalam menengahi konflik perbatasan Thailand-Kamboja sejak Februari 2011.

"Inisiatif ini sebuah preseden model mediasi konflik yang efektif dan bentuk perangkulan konstruktif ala ASEAN, dimulai dengan cara kekeluargaan dan tidak resmi, walaupun substansi materinya berbobot," demikian Priatna.


(es/es)


Berita Terkait