"Intinya kita sudah siap mengamankan pertandingan ini," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2011).
Sujarno menyatakan, petugas akan melakukan pengamanan laga internasional ini sesuai prosedur yang ada. Penjagaan akan dilakukan mulai dari ring empat atau di jalan-jalan sekitar kawasan stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki ring 2 atau halaman dan parkiran Senayan, petugas juga disebar untuk mengawasi para penonton yang hendak masuk ke dalam arena. Pemeriksaan diperketat di pintu satu, pintu antrian masuk ke dalam arena.
"Kita geledah barang bawaan penonton disitu," katanya.
Saat memasuki lorong menuju sektor, akan ada 5 petugas yang ditempatkan di tiap pintu untuk memeriksa penonton. Kemudian, penonton juga akan diperiksa kembali ketika memasuki lorong menuju tribun.
"Sterilisasi dan pengamanan akan dilakukan pada J-1 (satu jam sebelum penonton masuk)," kata dia.
Polisi melarang penonton untuk membawa barang-barang berbahaya seperti mercon, petasan, kembang api atau laser point. Botol minuman baik berupa platik, kaleng atau beling dan juga helm juga dilarang dibawa.
"Kita ingin ada suporter yang disiplin, tertib dan baik, karena ini bukan semata-mata kepentingan PSSI tapi kepentingan Indonesia sebagai tuan rumah," jelasnya.
Polda Metro Jaya mengerahkan 2.668 personel dari Satuan Brimob, Sabhara, Serse, Lalu lintas dan Samapta. Personel ditambah kekuatan dari petugas BKO dari Mabes Polri dan Brimob Kelapa Dua.
"Dari PSSI sendiri ada jajaran garnisun, tapi tetap di bawah koordinir kita. Garnisun 70 orang dan TNI 100 orang," ujarnya.
Polisi juga menyiapkan kendaraan taktis seperti baracuda dan water canon untuk mengantisipasi adanya huru-hara. Sejumlah sniper juga diturunkan ke lokasi.
(nal/nal)











































