"Saya juga cukup optimis kita bisa menjadi tuan rumah yang baik," kata Boediono kepada wartawan di sela-sela peninjauan persiapan pelaksanaan KTT ke-19 ASEAN, KTT ASEAN + 3, dan East Asia Summit (EAS) di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/10/2011).
Menurut Boediono, setidaknya dari dua lokasi yang dia tinjau hari ini, persiapan ketiga KTT pada 17-19 November mendatang sudah cukup bagus. Lokasi pertama yang ia kunjungi, yaitu Bali Nusa Dua Convention Center atau BNDCC, sudah siap dalam beberapa hari ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara lokasi kedua, yaitu Hotel Ayodya, lanjut Boediono, juga telah siap dipakai. Hotel itu rencananya akan digunakan sebagai tempat untuk retret para kepala negara yang hadir dalam KTT. Panitia tinggal menggarap ruangannya saja menjadi lebih nyaman, karena pemandangan pantai dari hotel tersebut sudah sangat indah.
"Kita sedang desain atau buatkan opsi-opsinya bagaimana yang terbaik. Dari segi pemandangan bagus, ruangan dari retret ini yang sedang kita garap sebaik-baiknya," tutur Boediono.
Sementara itu Danny Budiharto, Direktur Utama PT Nusa Dua Indonesia selaku pengelola BNDCC mengatakan, pekerjaan tambahan masih berlangsung di lokasi seluas 75.000 meter per segi itu. Panitia penyelenggara dua bulan lalu meminta pihaknya untuk mengerjakan tujuh pekerjaan tambahan, yaitu peninggian pagar, pembuatan gerbang emergency, penambahan toilet VVIP, renovasi ruang istirahat presiden, pembangunan ruang perawatan medik penambahan areal parkir, serta pelebaran akses masuk di pos jaga.
"Ketujuh pekerjaan ini sudah mendekati selesai. Dalam tempo satu minggu ke depan kami akan menyelesaikan semuanya," katanya.
Ia menambahkan, permintaan tambahan yang juga baru disampaikan dua bulan yaitu pembangunan lantai ketiga Singaraja Room BNDCC yang akan dipakai untuk pusat peliputan media massa (media centre) seluas 2.000 meter persegi. "Kendati permintaan ini cukup mendadak, BNDCC berjanji akan menyelesaikan pekerjaan pada pekan depan," ucap Danny.
Sekadar informasi, KTT ASEAN + 3 adalah konferensi yang diikuti negara-negara anggota ASEAN ditambah China, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara dalam EAS pada 19 November atau hari ketiga, akan dihadiri dua negara adidaya Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Presiden AS Barrack Obama sudah dipastikan hadir dalam konferensi tersebut.
(irw/gun)










































