"Panggil Malaysia, panggil Gubernur Kalimantan Barat, panggil Pangdam, benar atau tidak ada pencaplokan," ujar Taufiq pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Taufik menjelaskan, kabar adanya pencaplokan tersebut masih simpang siur karena pemerintah sendiri membantah adanya pencaplokan wilayah itu. Untuk itu harus ada klarifikasi mengenai kebenarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik juga mengusulkan agar digunakan teknologi modern untuk memperjelas kasus ini. Teknologi Global Positioning System (GPS) dinilai bisa membantu dalam kasus ini.
"Pakai GPS kan bisa juga lihat, dilihat saja. Masa emas di dalam tanah bisa dilihat kok, masa ini tidak bisa," imbuhnya.
(nal/nal)











































