Warga Serang Petugas Damkar, Bupati Empatlawang Minta Maaf

Warga Serang Petugas Damkar, Bupati Empatlawang Minta Maaf

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2011 14:09 WIB
Empatlawang - Karena dianggap terlambat datang ke lokasi kebakaran di Desa Muarapinang, Kabupaten Empatlawang, Sumsel, petugas pemadam kebakaran diserang puluhan warga. Bupati Empatlawang pun meminta maaf atas tindakan itu.

Penyerangan warga terhadap petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Pagaralam, terjadi pada Senin (10/10) kemarin. 6 Petugas damkar terluka karena serangan batu dan kayu yaitu Piter, Diko, Yusman, Mirzan, Rafles, dan Rizi.

Selain menyerang petugas yang mengalami luka cukup parah, mobil PBK pun dirusak. Warga Desa Muarapinang diduga marah lantaran saat petugas datang, rumah yang terbakar apinya sudah terlanjut padam.

Bupati Empatlawang Budi Antoni Aljufri, menyatakan permohonan maaf kepada pemerintah kota Pagaralam. Hal ini disampaikan Budi Antoni Aljufri, saat jumpa pers di kantornya, Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, Selasa (11/10/2011).

Budi menyesalkan atas terjadinya tindakan anarkis serta penganiayaan yang dilakukan oleh warga tersebut. Semestinya hal ini tidak semestinya terjadi, karena bukan disengaja, tetapi jarak tempuh yang sangat jauh, yakni sekitar 30 kilometer dari Pagaralam ke Desa Muarapinang.

Budi menduga masa mengamuk tersebut karena ada provokatornya, karena tidak memungkinkan pada kondisi warga yang kalut terpikir untuk melakukan penyerangan. Oleh karena itu, dia meminta kepolisian
melakukan pengusutan siapa otak penyerangan tersebut.

"PBK bukan malaikat, yang bila diperlukan sudah tiba di lokasi seketika itu juga. Ya, nanti kita akan membantu biaya perbaikannya serta pengobatannya," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bagian Pengendalian Bencana Kebakaran (PBK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Yusman Sohar, kepada pers, mengatakan, awal peristiwa tersebut yakni pihaknya
mendapat informasi terjadi kebakaran di Desa Muarapinang.

"Kami ingin membantu untuk memadamkan api saat terjadi peristiwa kebakaran di Desa Muarapinang. Namun saat tiba di lokasi warga langsung melempari kami dengan menggunakan kayu dan batu," ujarnya.

Saat petugas PBK Pagaralam sampai di lokasi kondisi api sudah padam. Kondisi inilah yang diduga membuat warga kesal.

"Saat kita sampai di lokasi api memang sudah padam, karena jarak antara Pagaralam dengan Kecamatan Muarapinang ini cukup jauh sekitar 30 km dan harus memakan waktu sekitar 45 menit. Jadi kita tidak bisa membantu memadamkan api," jelasnya.

Warga merusak mobil PBK. Kaca bagian depan dan samping pecah, termasuk badan mobil banyak rusak terkena lemparan batu dan pukulan kayu. "Saya dan lima orang petugas mengalami luka robek di tangan dan kaki," katanya.

(tw/fay)


Berita Terkait