Aksi Tolak RUU Intelijen di Semarang Ricuh

Aksi Tolak RUU Intelijen di Semarang Ricuh

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2011 12:53 WIB
Aksi Tolak RUU Intelijen di Semarang Ricuh
Semarang - Aksi puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli Demokrasi (FPMD) menolak disahkannya RUU Intelijen. Aksi ricuh dan pintu gerbang kantor DPRD Jateng, nyaris roboh digoyang massa.

Aksi diawali dari Bundaran Videotron, Jalan Pahlawan Semarang, Jateng, Selasa (11/10/2011). Setelah berorasi, beberapa mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekejian aparat pemerintahan yang berbekal UU Intelijen.

Puas unjuk gigi di Bundaran Videotron, mahasiswa kemudian bergeser kantor DPRD Jateng yang letaknya hanya 100 meter dari lokasi awal. Karena pintu gerbang dibarikade polisi, mereka hanya bisa beorasi bergantian sembari menunggu perwakilan DPRD untuk ikut berorasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam orasinya, mahasiswa menilai RUU Intelejen dimungkinkan bisa memasung kebebasan masyarakat untuk menyatakan pendapat, berkumpul, dan berserikat. "Jika disahkan, maka UU itu rawan jadi alat melanggengkan kekuasaan suatu pihak dan membungkam suara rakyat kecil," kata Koordinator Aksi, Sustiyo Wandi.

Cuaca cukup terik. Ditunggu beberapa lama, perwakilan DPRD tak kunjung keluar. Mahasiswa tak sabar dan kemudian memaksa masuk. Tentu, keinginan itu tak begitu saja diluluskan.

Polisi menghadang, dan adu otot pun terjadi selama beberapa kali. Meski tak sampai bentrok, aksi saling dorong itu membuat pintu gerbang DPRD nyaris roboh, miring sekitar 45 derajat. Beruntung posisi pagar dari besi itu bisa ditegakkan kembali setelah aksi dorong berhenti.

Gagal menerobos barikade polisi, mahasiswa akhirnya memilih membubarkan diri. Namun sebelum bubar, beberapa mahasiswa sempat berorasi lagi. Mereka menyatakan siap melawan jika RUU itu jadi disahkan.

(try/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads