"Saya minta atas nama masyarakat adat papua Kapolri untuk mencopot Kapolda Papua dan Kapolres Timika karena tidak mampu melaksanakan perintah Kapolri," tutur Dorus Wakum yang mengaku masih ada hubungan saudara dengan Petrus Ayamesiba di depan gerbang Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2011), pukul 11.00 WIB.
"Kapolri harus menindak tegas anak buahnya yang bertugas tidak sesuai prosedur. Tidak hanya dicopot tapi juga diproses," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta kepolisian bersikap independen", "Tutup Freeport karena tidak berkontribusi untuk Papua." Demikian tulisan di beberapa poster yang dibawa demonstran itu.
Sekitar pukul 12.00 WIB beberapa perwakilan demonstran diterima masuk untuk berdialog dengan perwakilan kepolisian. Sementara itu, Dorus menceritakan kronologi kejadian tewasnya Petrus.
"Mereka berada di barisan depan. Ketika sampai di Terminal Gorong-gorong ratusan polisi mencoba menghadang kami. Mereka pikir kami mau berbuat ricuh. Tapi ternyata tidak," kata Dorus.
"Sehingga ada suara tembakan ke udara. Kemudian anak buah kapolres semua menyerang kami.
Petrus saat ini ada di depan. Dia ditembak dari jarak dekat di dada kiri. Dia mati di tempat," tuturnya.
(gah/fay)











































