"Insiden ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kami, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh," ujar Akbar dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/11/2011).
Akbar mengatakan selama ini pihaknya selalu melakukan pembinaan intensif kepada supir TransJakarta. Pembinaan tersebut meliputi penekanan mengenai peraturan lalu lintas dan etika mengemudi.
"Bahkan pembinaan keagamaan juga kita lakukan. Tentu ada tanda tanya besar mengapa masih ada yang ugal-ugalan, apa motivasinya," terang Akbar.
Atas insiden yang terjadi belakangan ini, lanjut Akbar, pihak BLU merasa perlu adanya pembinaan yang lebih intensif. Sedangkan mengenai salah seorang supirnya yang dijadikan tersangka oleh Polda Metro, Akbar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Kita percaya sepenuhnya kepada polisi," papar Akbar.
Hari Minggu (9/10) kemarin, dua insiden kecelakaan terjadi di jalur khusus bus TransJakarta. Prihatin dengan kejadian tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun memberikan teguran keras kepada pihak pengelola.
"Setelah mendapat laporan soal kecelakaan kemarin. Saya langsung tegur Transjakarta," tutur Fauzi Bowo kepada wartawan di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/10/2011).
Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, menambahkan meski kecelakaan terjadi di jalur khusus TransJ pengelola harus tetap mengutamakan faktor kenyamanan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, keselamatan pengguna jalan tetap harus diutamakan.
"Keselamatan penumpang dan lingkungan harus jadi prioritas utama," katanya.
(fjp/ahy)











































