Atasi Permasalahan Busway, Pemprov Berharap pada Peninggian Separator

Atasi Permasalahan Busway, Pemprov Berharap pada Peninggian Separator

- detikNews
Selasa, 11 Okt 2011 08:05 WIB
Atasi Permasalahan Busway, Pemprov Berharap pada Peninggian Separator
Jakarta - Mulai tahun depan Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan meninggikan separator busway menjadi 50 cm. Langkah ini diyakini efektif menekan tingkat kecelakaan mengingat terjadi dua kecelakaan pada hari Minggu (9/10) kemarin.

"Memang sudah kita rencanakan peninggian ini untuk tahun depan. Kami meyakini cara ini efektif," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (11/10/2011).

Udar menyatakan pihaknya akan menambah tinggi separator menjadi 50 centimeter dengan lebar 15 centimeter. Separator ini akan terbuat dari beton, sehingga tak mungkin dirusak. Selain itu, ia menganjurkan agar pengendara sepeda motor melewati jalur kiri, agar tak bersebelahan dengan jalur busway.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau menggunakan jalur sebelah kanan, kan bersebelahan dengan lintasan bus Transjakarta. Nanti jika oleng sedikit, jatuhnya ke arah bus, sehingga menyebabkan kecelakaan," kata Pristono.

Sambil menunggu peninggian separator ini terealisasi, Pristono berharap masyarakat mau menyebrang menggunakan JPO yang ada untuk meminimalisir kecelakaan yang ada.

"Jangan malas jalan sedikit ke JPO yang ada, ketika mau menyebrang. Ini juga untuk keamanan pribadi," tambahnya.

Selain itu, Pristono menyatakan kecelakaan juga dipengaruhi tingginya tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga kesalahan atas banyaknya kasus kecelakaan juga tak bisa ditimpakan pada BLU Transjakarta saja.

"Masyarakat juga tak memiliki efek jera. Padahal sudah banyak yang tertabrak dan meninggal di jalur busway, tapi tetap saja jalur tersebut digunakan untuk menyebrang atau bahkan untuk jalan, demi menghindari macet," katanya.

Padahal, menurut Pristono, sarana dan prasarana yang ada sekarang, seperti rambu-rambu lalu lintas dan separator yang ada seharusnya cukup memberikan keamanan lalu lintas bagi masyarakat agar tak menggunakan jalur busway, baik bagi pejalan kaki, pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua. "Tapi masih saja banyak yang menggunakan jalur busway," kata Pristono.

(fjp/ahy)


Berita Terkait