Peristiwa ini bermula saat Ketua BEM MIPA, Fahruddin dipukul dengan menggunakan helm oleh seseorang yang tidak dikenal. Sebelum peristiwa pemukulan terjadi, Fahruddin sedang ngobrol dengan Bondan, salah satu anggota Ikatan Mahasiswa-Pelajar asal Soppeng (IMPS), asal organisasi almarhum.
Melihat rekannya dipukul, puluhan mahasiswa MIPA langsung mencari pelaku. Bahkan para mahasiswa MIPA terlibat kejar-kejaran dengan pihak yang diduga pelaku di areal RS Wahidin. Untungnya ada petugas kepolisian dari Polsek Tamalanrea yang langsung menengahi kedua pihak.
Saat itu Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ahmad Rosma, langsung meminta kedua kelompok mahasiswa untuk bersikap tenang dan menghargai pihak keluarga almarhum yang sedang berduka. "Kalian harus hargai keluarga almarhum dan lingkungan rumah sakit, kalian jangan ribut di sini," ujar Ahmad.
Saat ini, Fahruddin dan beberapa pengurus BEM MIPA sudah melaporkan kasus pemukulan yang ia alami di Mapolsek Tamalanrea, Jalan Bumi Tamalanrea Permai.
Sementara itu situasi di depan kamar jenazah masih dipadati mahasiswa MIPA, anggota IMPS dan para keluarga almarhum. Puluhan petugas kepolisian dari Polsek Tamalanrea dan Polrestabes Makassar berjaga-jaga di sekitar lingkungan rumah sakit.
(mna/fjp)











































