TNI Tiap Hari Patroli di 32 Pos Pengamatan Perbatasan Kalbar-Malaysia

TNI Tiap Hari Patroli di 32 Pos Pengamatan Perbatasan Kalbar-Malaysia

- detikNews
Senin, 10 Okt 2011 19:29 WIB
Jakarta - Ada 32 pos pengamatan penjagaan perbatasan di kawasan Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia. Tiap hari, prajurit TNI berpatroli di perbatasan itu bekerja sama dengan Tentara Diraja Malaysia.

"Jadi di perbatasan itu pihak TNI sudah menggelar 32 pos pengamatan untuk memantau wilayah perbatasan. Setiap harinya kita tetap melakukan patroli yang dilakukan prajurit di lapangan untuk meyakinkan keberadaan di mana posisi patok tersebut. Sering juga kita melakukan patroli bersama dengan Tentara Diraja Malaysia," ujar Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Gerhand Lantara.

Hal itu disampaikan Gerhand dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang di lapangan, imbuh Gerhand, pada saat dilakukan patroli patok batas sering tidak ditemukan oleh pasukan TNI. Namun, bukan berarti patoknya bergeser.

"Karena ada beberapa patok yang tingginya hanya 16 cm. Jadi apabila terjadi seperti itu saya sering menyampaikan pada tentara yang di lapangan bahwa patok tidak ada, gunakan koordinat. Karena koordinat itu sudah pasti dan tidak mungkin bergeser," tegas Gerhand.

Gerhand pun memberikan contoh bahwa masyarakat seringkali berperan serta bekerja sama dengan TNI dalam menjaga perbatasan. Baru-baru ini, masyarakat menemukan patok baru di sekitar wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang.

"Dan masyarakat akhirnya melaporkan pada TNI dan kita berkoordinasi dengan Tentara Diraja Malaysia di pos terdekat, dan akhirnya kita bersama-sama membongkar patok tersebut karena itu bukan merupakan patok perbatasan yang asli," papar dia.

Dia meminta masyarakat mempercayakan penjagaan perbatasan pada TNI. "Nah jadi TNI itu sudah dipercaya untuk menjaga bangsa ini. Percayakan sajalah, nyawa sekali pun akan kita pertaruhkan. Kami di perbatasan itu menjaga apa yang menjadi kesepakatan dua negara dan tentu demi kepentingan Indonesia sendiri," tegas dia.

(nwk/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini