Kepada detikcom, Enung menceritakan, putrinya yang kelahiran Bandung 23 September 1992 itu terakhir mengiriminya pesan pendek (SMS) pada 9 Oktober 2010. Saat itu, Arizia mengabarkan tidak bisa pulang ke Sukabumi, Jawa Barat.
"Dia cuma bilang nggak bisa pulang ke Sukabumi karena kerjaannya nggak libur dan saya jawab saja nggak apa-apa," cerita Enung sambil menangis saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia biasanya pulang ke Sukabumi tiga bulan sekali, tapi ini sudah setahun kok tidak pulang-pulang," kata Enung. Ibu yang sudah cerai dari suaminya ini makin gundah saat ponsel yang biasa digunakan Arizia tidak bisa dihubungi.
"Sehari setelah dia SMS saya coba telepon tapi sudah nggak aktif, sekarang di mana dia," kata Enung sambil sesenggukan.
Enung tidak melaporkan kehilangan anak pada polisi. Perempuan itu takut, para tetangga akan menggunjingkannya gara-gara anaknya hilang. Apalagi, anaknya kerja di Jakarta.
"Saya nggak mau tetangga ramai, saya takut. Sekarang kalau ada yang nanya saja saya langsung sakit, apalagi kalau jadi ramai. Tapi sekarang mah, apa sajalah, yang penting anak saya bisa pulang," kata Enung.
Untuk mencari Arizia, Enung beberapa kali mendatangi orang pintar. Menurut orang pintar yang dihampirinya, Arizia masih berada di Jakarta dan dalam kondisi baik.
"Kata orang pintar masih di Jakarta tapi nggak bisa pulang karena dipegang sama laki-laki," kata Enung yang beralamat di Kampung Genteng, Kelurahan Desa Barus, Sukabumi, Jawa Barat ini.
Arizia memiliki ciri-ciri berkulit putih, berwajah oriental, bermata sipit. Perempuan itu memiliki tinggi 164 dengan berat badan 49 kg. Terakhir kali, Arizia bekerja di sebuah bar di daerah Kota.
(ken/vit)











































