Kedua korban adalah Nengah (5) dan Wayan (10), warga Dusun Antugan, Desa Jehem, Tembuku, Kabupaten Bangli. Mereka meninggal pada Minggu malam (9/10).
"Sampel swap tenggorokan dan darah dikonfirmasi positif H5N1," kata Direktur Umum dan Operasional RS Sanglah Elzarita Arbain kepada wartawan di RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Tim Penanggulangan Penyakit Flu H5N1 RSUP Sanglah I Gusti Bagus Ken Wirasandi mengatakan pasien dirawat dengan kondisi kesehatan kesadaran yang sudah menurun. Mereka pun dirawat di ruang isolasi Nusa Indah RS Sanglah. Kedua pasien juga memiliki riwayat kontak langsung dengan unggas yang mati di sekitar rumahnya.
Kasus meninggalnya kedua pasien merupakan kasus kedua setelah flu burung pernah terjadi di Bali pada 2007 lalu. Saat itu, terdapat 46 pasien suspect flu burung dan dua orang meninggal.
(gds/fay)











































