Komisi I 'Incar' Kesepakatan Menkominfo dengan BRTI & Operator

Komisi I 'Incar' Kesepakatan Menkominfo dengan BRTI & Operator

- detikNews
Senin, 10 Okt 2011 13:48 WIB
 Komisi I Incar Kesepakatan Menkominfo dengan BRTI & Operator
Jakarta - Komisi I DPR akan 'menelanjangi' Menkominfo Tifatul Sembiring, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan operator terkait kesepakatan soal pulsa konsumen yang 'menghilang'. Hal itu akan dilakukan dalam pertemuan pukul 14.00 WIB nanti.

"Yang kita mau tahu nanti kesepakatan Menkominfo dengan BRTI dan para operator seperti apa. Karena walaupun sudah ada regulasi di tingkat Kominfo tapi yang paling penting efektivitasnya," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011).

Menurut politisi PKS ini, 5 operator seluler yakni Telkomsel, Satelindo, XLindo, Axis dan Indosat diundang dalam pertemuan itu. Dia menduga, operator mustahil tidak mengetahui pencurian pulsa itu.

"Para konten provider pasti bekerja sama dengan operator. Jangan sampai ada konsumen yang dirugikan tapi pihak operator hanya berdiam diri," tutur dia.

Dalam pertemuan itu, lanjut Mahfudz, Komisi I juga akan meminta langkah konkret operator terkait pencurian pulsa konsumen. Para operator harus diberi sanksi tegas.

"Kita ingin ada kepastian agar publik tidak merasa terganggu. Jangan sampai ada operator membiarkan. Karena mereka juga bisa dikenakan pasal karena membiarkan dan ikut bekerja sama karena mereka juga kan pasti mendapatkan keuntungan," tutup Mahfudz.

Kasus pencurian pulsa pertama kali dilaporkan oleh Feri Kuntoro (36). Namun Feri malah mendapatkan 'serangan balik' dengan tuduhan pencemaran nama baik dari perusahaan penyedia jasa konten PT Colibri Networks, di Polres Jakarta Selatan.

Semenjak dilaporkan oleh PT Colibri Networks dengan tuduhan dugaan pencemaran nama baik, Feri telah mendapatkan beberapa dukungan yang siap membela dirinya dalam persidangan. Dukungan itu datang dari Keluarga Tobing yaitu David Tobing dan adiknya, termasuk mantan pengacara pimpinan KPK Bibit-Chandra, Alexander Lay.

Atas tuduhan yang diberikan kepadanya, Feri mengaku sangat terkejut dan merasa dizalimi. "Saya tidak kenal nama PT Colibri. Saya sendiri tidak sebut nama," jelasnya.





(nik/vit)


Berita Terkait