"Dari pihak Indonesia saya menyampaikan usulan 9 prioritas atau agenda kerjasama bilateral," kata SBY saat jumpa pers bersama Presiden Slovakia usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (10/10/2011).
Pertama, kerjasama di bidang pangan dan pertanian. SBY menggarisbawahi, ini adalah prakarsa yang baik kerjasama dengan Universitas Andalas dengan perusahaan Ozero Slovakia untuk riset dan development bidang penanaman dan pengembangan gandung di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pengembangan energi terbarukan, terutama menawarkan di bidang panas bumi dan energi hidro. Ketiga, di bidang trade in investment. SBY mengajak meningkatkan investasi timbal balik antara Slovakia dan Indonesia.
"Saya senang beliau membawa delegasi bisnis yang besok melakukan pertemuan dan mudah-mudahan membawa manfaat dan mebawa peluang bari kerjasama di bidang bisnis," ujarnya.
Keempat, lanjut SBY, kerjasama di bidang perbankan utamanya untuk kepentingan trade financing. Sedangkan kelima, meningkatkan kerjasama di bidang media massa antara RRI dengan Slovak Radio and television dan juga antara kantor berita Antara dengan Slovakia News Agency.
"Keenam, membicarakan pentinnya di bidang pendidikan tinggi, kami mendorong kerjasama yang konkrit. Kami mencatat UI melaksanakan kerjasama dengan W University of Economic Braslilava," terangnya.
Ketujuh, yakni kerjasama di bidang infrastruktur dan manufaktur dan kerjasama private sector termasuk keinginan private sector Slovakia untuk membangubn pabrik semen di Jawa Tengah maupun di Papua Barat, pabrik ban di Tangerang, pembangkit listrik di Lombok dan Batam.
"Mudah-mudahan besok ditandatangani kerjasama itu, intinya kami mendorong private sector kedua belah pihak untuk menemukan opportunity lebih baik doing business di Slovakia dan Indonesia," ujar SBY.
Kesembilan, kerjasama sosial dan kebudayaan. Menurut SBY, tahun 2010 Indonesia sudah punya agreement on sains education and culture and sport.
(anw/gun)











































