"Saya buat sekitar 1,5 bulan lalu. Saya lihat ada beberapa tokoh sebagai anggotanya," kata pendiri gerakan tersebut, Arif Hidayat, Senin (10/10/2011).
Hingga Senin siang ini, 3.613 orang telah terdaftar sebagai anggota grup tersebut. Anggotanya antara lain pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani, aktivis antikorupsi Danang Widoyoko, politisi Bima Arya Sugiarto dan beberapa jurnalis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Banggar sebenarnya sulit dibubarkan karena merupakan alat kelengkapan DPR yang memegang peranan penting. Namun kata-kata 'bubarkan Banggar' diambil untuk nama grup agar eye catching.
"Agar banyak yang masuk ke grup dan bisa berdiskusi satu sama lain terkait salah satu permasalahan di negeri ini. Bukan lembaganya yang dibubarkan tapi oknum yang ada di lembaga itu yang diproses, itu sebenarnya tujuannya," papar Arif.
Dengan adanya ruang komunikasi di dunia maya yang bisa diakses siapa saja termasuk anggota Dewan, menurut Arif, bisa menunjukkan kepada para politisi bahwa publik juga kritis. Publik benar-benar mengawasi sehingga jangan sampai politisi maupun pejabat negara lainnya bertindak seenaknya.
Dorongan pembubaran Banggar disuarakan berbagai kalangan, salah satunya Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW berpendapat, kewenangan Banggar yang terlalu besar dinilai berpotensi jadi sumber korupsi. ICW mendesak fungsi budgeting Banggar dikembalikan kepada panitia anggaran.
(vit/fay)











































