"Itu (pencaplokan wilayah) tidak dibahas di sini," kata Menko Kesra, Agung Laksono, usai acara pembukaan sidang ASEAN Social Cultural Community (ASCC), di Hotel Gumaya Semarang, Jalan Gajah Mada, Semarang, Senin (10/10/2011).
Agung mengatakan ASCC dihadiri menteri-menteri bidang sosial budaya. Yang dibahas antara lain, pembentukan komunitas ASEAN, perlindungan untuk penyandang cacat, penanganan HIV-AIDS, dan lain-lain. Hasilnya akan diajukan sebagai acuan KTT ASEAN di Bali pada Nopember mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASCC diawali dengan pertemuan pejabat senior bidang sosial budaya yang digelar dua hari sebelumnya di tempat yang sama. Delegasi 10 negara ini menghasilkan poin-poin yang dibahas lagi pada forum setingkat menteri yang hingga saat ini masih berlangsung.
"Untuk masalah itu (pencaplokan wilayah), perlu konfirmasi ke Kemenlu bidang politik dan keamanan dahulu," lanjutnya.
Seperti diberitakan, dari hasil kunjungan kerja, Komisi I DPR menemukan Malaysia telah mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Di Camar Bulan, tanah RI hilang 1.400 Ha dan di Tanjung Datu pantai RI hilang 80.000 meter persegi.
Namun, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, membantah jika wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu telah dicaplok oleh Malaysia karena masih daerah status quo. Menurutnya permasalahan tersebut akan dibahas dalam perundingan Indonesia-Malaysia akhir tahun ini.
"Sebetulnya deerah itu masih dalam satus quo. Yang sedang dirundingkan antara pihak Malaysia dan Indonesia. Jadi tidak benar daerah itu dicaplok oleh Malaysia," kata Purnomo saat menerima detikcom di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III/8, Jakarta Selatan, Minggu (9/10) malam.
(try/fay)










































