Isu santer adalah manufer politik elit PD dalam memperjuangkan dua posisi kementerian, yakni Menteri Pertanian, dan Menteri Komunikasi dan Informasi. Sementara dua posisi ini sudah diduduki kader senior PKS Suswono, dan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring.
Situasi ini membuat manuver politik dua partai anggota koalisi ini kian nyata. PKS mati-matian mempertahankan menterinya, dengan menyerukan bahwa reshuffle kabinet adalah kontraproduktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebaliknya PD justru mendorong reshuffle kabinet. PD yakin SBY tak akan mendengarkan nasehat Anis Matta yang disebutkan PD setengah menggertak.
"Sia-sia saja Anis atau parpol apapun menekan-nekan dan menggertak-gertak Presiden. Pak SBY tak bisa didikte oleh Anis, atau pejabat tinggi PKS lainnya," protes Wasekjen PD, Ramadhan Pohan.
Isu yang beredar, PD hendak menukar posisi Menpora yang saat ini diduduki Andi Mallarangeng ke posisi Menkominfo. PD juga ingin memasukkan Ketua Fraksi PD M Jafar Hafsah di kursi Menteri Pertanian.
"Tapi nampaknya mereka gagal, SBY bingung," ujar sumber detikcom di internal PKS.
Sementara Jafar Hafsah sendiri berkilah dirinya tak mengincar posisi menteri. "Saya belum diajak bicara. Kalau di partai saya kann hanya prajurit," tutur Jafar sebelumnya.
Jadi isu reshuffle kabinet sudah menjadi arena baru persaingan internal koalisi. Siapa yang lebih disayang SBY, PD atau koalisi lainnya?
(van/her)











































