Banyak Wilayah RI yang Batasnya Tidak Jelas

Banyak Wilayah RI yang Batasnya Tidak Jelas

- detikNews
Senin, 10 Okt 2011 00:29 WIB
Jakarta - Kunjungan kerja, Komisi I DPR menemukan Malaysia telah mencaplok wilayah RI di Camar Bulan dan di Tanjung Datu, Kalimantan Barat. Pencaplokan tersebut diduga karena batas wilayah yang tidak jelas antara kedua negara.

Menurut anggota Komisi I DPR Roy Suryo, Indonesia banyak wilayah di perbatasan yang tidak jelas batasnya dengan negara lain.

"Banyak batas wilayah kita dengan negara tetangga yang belum jelas. Ini yang sebenarnya mengkhawatirkan kita semua," ujar Roy saat berbincang dengan detikcom, minggu (9/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya perbatasan antara Indonesia dengan malaysia di Kalimantan Barat, khususnya di wilayah Camar Bulan dan di Tanjung Datu termasuk yang tidak jelas. Oleh karena itu, Komisi I DPR akan segera mencari data terkait perbatasan tersebut.

"Kita ingin pastikan dulu apakah batas sudah jelas atau belum di wilayah itu. Kita sedang meneliti traktat atau perjanjian mana yang digunakan dan sepakati kedua pihak untuk menentukan batas negara," terangnya.

Dalam waktu dekat, Komisi I akan memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk menjelaskan sengketa perbatasan di Kalimantan Barat ini.

"Kita akan mengadakan rapat internal dulu untuk memanggil Menlu. Yang jelas kalau memang itu milik kita, kita tidak boleh mundur sejengkal pun," imbuh politisi Demokrat ini.

Seperti diberitakan, dari hasil kunjungan kerja, Komisi I DPR menemukan Malaysia telah mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Di Camar Bulan, tanah RI hilang 1.400 Ha dan di Tanjung Datu pantai RI hilang 80.000 meter persegi.

Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Linggawati Hakim mengatakan, wilayah perbatasan laut RI-Malaysia di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, memang belum jelas. Di bagian Laut Cina Selatan itu, antara RI-Malaysia baru ada perjanjian Landas Kontinen 1969. Belum ada perjanjian Laut Wilayah dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Perundingan dengan Malaysia soal Laut Wilayah dan ZEE di Tanjung Datu baru akan dilaksanakan 16-18 Oktober mendatang.

(her/asp)


Berita Terkait