Sikap itu ditunjukkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengaku tidak turut campur lebih jauh soal rencana reshuffle itu.
"Saya tidak tahu (soal reshuffle)," kata Muhaimin menjawab pertanyaan wartawan perihal reshuffle yang sudah di depan mata. Muhaimin mengatakan hal itu usai diskusi publik tentang revisi UU Pemilu, di Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta, Minggu (9/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada (kontrak khusus) dan soal simulasi saya belum tahu," ucapnya singkat sambil meninggalkan wartawan.
Sikap yang sama juga ditunjukkan, Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut Ketua DPP PAN, Viva Yoga, PAN menyerahkan semua keputusan pada SBY dan tidak mempunyai hak untuk mengintervensi.
"PAN tidak akan menekan," kata Yoga, di tempat yang sama.
Yoga mengaku, PAN tidak akan meminta jatah khusus agar mendapatkan porsi yang lebih di kementerian. Bagaimana susunan kabinet berikutnya, itu menjadi urusan presiden sebagai kepala pemerintahan.
"PAN tidak akan minta jatah ke presiden, tidak akan mencampuri. Semuanya kembali ke presiden," tegas Yoga.
(lia/lh)











































