"Sudah diterima dan sedang dipelajari," ujar Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto usai diskusi LPHSN soal wacana pembubaran KPK di Rumah Makan Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat (9/10/2011).
Bibit enggan menjelaskan siapa anggota Banggar DPR yang namanya tercantum dalam laporan itu. Termasuk ketika ditanya apakah ada pimpinan Banggar DPR di dalamnya, Bibit bungkam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan pihaknya akan meminta data mengenai 21 transaksi mencurigakan yang dilakukan Banggar DPR RI. Nilainya bervariasi antara Rp 500 juta hingga beberapa miliar rupiah.
Laporan itu telah terlebih dahulu dilaporkan PPATK ke pimpinan DPR. Menurut Busyro, laporan itu akan dijadikan data penguat pengusutan kasus yang tengah ditangani KPK.
(rdf/lh)











































