Demikian salah satu temuan hasil evaluasi Formappi terhadap kinerja dua tahun DPR. Hasil evaluasi dipaparkan oleh Koordinator Formappi, Sebastian Salang, di Kantor Formappi, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Minggu (9/10/2011).
"Evaluasi yang kami lakukan, kami menduga sengaja ada ruang gelap yang bisa dipermainkan mafia anggaran," ujar Sebastian Salang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demikian pula semua alokasi anggaran dalam belanja pemerintah pusat, dinaikkan oleh DPR. Kecuali alokasi untuk pembayaran bunga utang dan bantuan sosial," tambah Sebastian.
Formappi menilai, menaikkan alokasi anggaran yang diajukan pemerintah dan menambah alokasi dana yang tidak diminta adalah indikasi bahwa DPR tidak taat pada asas efisiensi dan cenderung menghambur-hamburkan keuangan negara.
"Ini yang disinyalir menjadi lahan bagi permainan mafia," tambahnya.
Untuk mencegah para mafia anggaran beroperasi, Formappi meminta seluruh dokumen perencanaan terkait APBN harus dibuka kepada masyarakat. Mulai dari perencanaan, alokasi, hingga rapat-rapat antar DPR dengan pemerintah harus dapat dipantau.
"Harus berani dibuka semua. Jadi terlihat program dan anggaran pemerintah dalam suatu proyek ini masuk akal atau tidak. Sehingga bisa terus diawasi," kata Sebastian
(rdf/lh)











































