KBRI di Malaysia Selidiki Kabar Pencaplokan Wilayah RI di Camar Bulan

KBRI di Malaysia Selidiki Kabar Pencaplokan Wilayah RI di Camar Bulan

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2011 11:43 WIB
KBRI di Malaysia Selidiki Kabar Pencaplokan Wilayah RI di Camar Bulan
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin menyampaikan informasi pencaplokan wilayah RI di Camar Bulan, Kalimantan Barat yang dicaplok Malaysia. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia pun akan menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

"Klaim seperti itu harus ada juga pembuktian sumbernya dan bagaimana bisa terjadi. Harus didukung data teknik, pemetaannya, kawasan atau pun titik yang sudah disepakati apa betul berubah. Kami akan menyelidiki dulu," kata Atase Penerangan KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia, Suryana, saat dihubungi detikcom, Minggu (9/10/2011).

Dia menambahkan, informasi yang keluar dari DPR tentu bukan informasi yang main-main. Karena itu harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang mendalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah itu benar harus didukung dengan data topografi dan pengukuran. Kita akan selidiki.Kalau yang mengatakan itu DPR tentu tidak main-main. Tapi kita perlu data pendukung," sambung Suryana.

Jika setelah diteliti memang benar ada wilayah RI yang diambil akan segera dilakukan komunikasi dengan Malaysia. Tapi KBRI di Malaysia memilih tidak gegabah dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

"Kalau benar tentu akan kita tanyakan ke Malaysia, kalau tidak benar ya tidak perlu ada komunikasi untuk menanyakan itu," lanjut Suryana.

Dia menambahkan hari ini delegasi RI akan datang ke Malaysia sebab besok akan digelar pertemuan antar Menlu kedua negara. Mereka akan membicarakan berbagai kerja sama kedua negara.

Seperti diberitakan, dari hasil kunjungan kerja, Komisi I DPR menemukan Malaysia telah mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Di Camar Bulan, tanah RI hilang 1.400 Ha dan di Tanjung Datu pantai RI hilang 80.000 meter persegi.

Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Linggawati Hakim mengatakan, wilayah perbatasan laut RI-Malaysia di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, memang belum jelas. Di bagian Laut Cina Selatan itu, antara RI-Malaysia baru ada perjanjian Landas Kontinen 1969. Belum ada perjanjian Laut Wilayah dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Perundingan dengan Malaysia soal Laut Wilayah dan ZEE di Tanjung Datu baru akan dilaksanakan 16-18 Oktober mendatang.


(vit/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini