Kemlu: Batas RI-Malaysia di Tanjung Datu Memang Belum Jelas

Kemlu: Batas RI-Malaysia di Tanjung Datu Memang Belum Jelas

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2011 09:45 WIB
Kemlu: Batas RI-Malaysia di Tanjung Datu Memang Belum Jelas
Jakarta - Wilayah perbatasan laut RI-Malaysia di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, memang belum jelas. Di bagian Laut Cina Selatan itu, antara RI-Malaysia baru ada perjanjian Landas Kontinen 1969. Belum ada perjanjian Laut Wilayah dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Kalau bicara kedaulatan itu bicara Laut Wilayah. Dan itu masih akan dirundingkan, jadi memang belum ada batas yang jelas, masih klaim masing-masing," kata Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Linggawati Hakim, kepada detikcom Minggu (9/10/2011).

Lingga, demikian ia disapa, menjelaskan perundingan dengan Malaysia soal Laut Wilayah dan ZEE di Tanjung Datu baru akan dilaksanakan 16-18 Oktober mendatang. "Sejengkal pun akan tetap kita pertahankan," kata Linggawati menambahkan perundingan akan memakan waktu yang lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, dalam perundingan dengan Malaysia nanti pihaknya akan mengedepankan Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang telah diratifikasi Indonesia dan Malaysia. Konvensi itu akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Mengenai batas darat di Dusun Camar Bulan, kata Lingga, hal itu menjadi bagian dari kewenangan Kementerian Dalam Negeri. "Tapi saya tahu itu juga sudah ada kesepakatan dengan Malaysia. Bahwa ada temuan Malaysia mengambil wilayah kita, harus diinvestigasi juga, karena sudah ada perbatasan yang jelas di situ," ujarnya.

Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene menambahkan, dalam melakukan perundingan internasional, pihaknya akan berpegang teguh pada kepentingan nasional.

Seperti diberitakan, dari hasil kunjungan kerja, Komisi I DPR menemukan Malaysia telah mencaplok wilayah RI di Kalimantan Barat. Di Camar Bulan, tanah RI hilang 1.400 Ha dan di Tanjung Datu pantai RI hilang 80.000 meter persegi.

(lrn/nwk)


Berita Terkait