Tim Sukses Capres Ramai-ramai Persoalkan Intervensi Asing

Tim Sukses Capres Ramai-ramai Persoalkan Intervensi Asing

- detikNews
Jumat, 09 Jul 2004 16:37 WIB
Jakarta - Sinyalemen Kwik Kian Gie tentang adanya intervensi asing dalam pemilu presiden mendapat sambutan dimana-mana. Anggota tim sukses dari tiga pasangan capres-cawapres; yakni Amien-Siswono, Wiranto-Gus Solah, dan Mega-Masyim, juga mengeluhkan hal yang sama.Mereka, yakni Alvin Lie, Bomer Pasaribu, dan Heri Akhmadi, secara kompak mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan status para pengamat asing. Ketiganya ditemui wartawan secara terpisah di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/7/2004).Alvin Lie, dari tim sukses Amien-Siswono, menyatakan KPU harus menjelaskan status para pengamat asing. "Pengamat itu kan mengamati proses. Tapi sekarang ini sudah membuat proyeksi. Itu sudah bukan pengamat lagi," kilahnya.Alvin juga mempertanyakan sumber dana dari pengamat asing tersebut."Juga mereka membuat publikasi. Dan itu bukan kerja dari pengamat. Apalagi publikasi itu butuh dana. Duitnya darimana. Itu perlu dipertanyakan."Yang ditembak Alvin, tak lain, adalah kolaborasi LP3ES dengan NDI dalam menggelar quick count. Yang kemudian dipermasalahkan, fluktuasi perhitungan suara pemilu presiden melalui teknologi informasi ternyata terkesan mengikuti hasil quick count.Desakan senada datang dari Bomer Pasaribu, dari tim sukses Wiranto-Gus Solah. Menurut Pasaribut, KPU perlu menjelaskan lagi status akreditasi pengamat asing. Ia juga menuntut agar Panwas Pemilu segera memberikan respon. "KPU harus segera memberi kejelasan informasi dan klarifikasi secara komprehensif. Selain itu fungsikan kembali KPU secara menyeluruh sebagai lembaga resmi yang memberikan informasi mengenai pemilihan presiden yang terpercaya," katanya.Pasaribu juga meminta agar dalam putaran kedua pemilu presiden para pengamat asing tidak lagi banyak turut campur. "Sekedar memantau saja, dan ikut lihat-lihat. Karena memang ada perasaan kita sudah diintervensi. Walau beberapa hal ada juga positifnya."Heri Ahmadi, dari tim sukses Mega-Hasyim, lebih melihat persoalan pengamat asing ini dari terusiknya perasaan nasionalisme. Ia menilai media massa memberikan porsi yang besar pada pemantau serta pengamat asing, dan melupakan Panwas Pemilu."Kenapa kok Panwaslu sendiri tidak di-cover. Tapi kalau bule-bule diberitakan. Apalagi capres datang satu-satu menemui Jimmy Carter. Adanya pengamat asing boleh-boleh saja tapi. Tapi kemunculannya tidak usah menonjol. Karena kalau tampil berlebihan kami juga menyayangkan. Ini hanya soal rasa. Tapi bukan berarti kami menolak," katanya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads