Mega Lebih Mudah Kalahkan SBY di Putaran Dua
Jumat, 09 Jul 2004 16:14 WIB
Jakarta - Mega bisa lebih mudah mengalahkan SBY pada Pillpres putaran dua. Asalkan bisa menciptakan komunikasi politik berunsur emosional. Apa bisa?"Popularitas SBY memang sudah di atas. Tapi menjaga imej itu susah. Justru Mega akan lebih mudah memperbaiki popularitasnya. Apalagi dia seorang presiden."Demikian pendapat pengamat komunikasi politik UI Effendy Ghazali dalam acara diskusi di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta, Jumat (9/7/2004)."Inilah saatnya Mega bisa bangkit, bila dalam 2 bulan ini dia bisa menciptakan komunikasi politik dengan rakyat, dengan lebih menggarap pada unsur emosionalnya. Dan itu tidak sulit kalau Mega yang melakukan," katanya.Mega, menurut dia, juga diuntungkan dengan adanya keleluasaan bergerak selama 2 bulan ini. Meski memang faktor individu yang akan menentukan, tapi banyak yang bisa dilakukan selama 85 hari menjelang Pilpres putaran dua pada 20 September 2004."Kesalahan capres-capres lain dalam putaran pertama, SBY sejak awal dibiarkan menggelinding sendiri populer tanpa ada yang mengantisipasi. Sehingga terbentuk opini kalau dia selalu leading dalam polling-polling. Dan memang tim SBY menggarap secara detail komunikasi politik. Sehingga akhirnya sulit untuk diatasi," tutur Effendy.Menurut dia, kemenangan SBY sama sekali tidak mengejutkan. Karena memang sejak awal pencitraannya dibentuk seperti itu. Sedangkan yang mengejutkan adalah Mega. Karena saat putaran pertama justru pembentukan pencitraan tidak dominan bila dibanding dengan Amien Rais."Dan lagi sejak awal memang saya tidak melihat komunikasi politik yang dibangun Mega baik. Porsinya masih kurang," demikian Effendy.
(sss/)











































