Sebelum ashar, dia menjalani pemeriksaan di kantor polisi Madinah yaitu di Polsek Abu Bakar Shiddiq. Setelah itu dia diantar salat ashar ke Masjid Nabawi untuk melengkapi salat jamaah 40 waktu (arbain) yang hukumnya sunat. Setelah itu dia dibawa ke Kantor Daerah Kerja Indonesia di Madinah untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) versi Indonesia. Dia dimintai keterangan oleh petugas pengamanan (PAM) dari unsur Polri. Ketika azan berkumandang, dia diantar salat lagi ke Masjid Nabawi. Usai isya, proses BAP di Daker berlanjut.
Dia menceritakan, Jumat siang usai salat Jumat berjamaah, dua wanita bercadar bertubuh kecil dan besar - yang belakangan diketahui berasal dari Pakistan - langsung mencengkeram kedua tangan kiri kanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita kecil berhasil meraih HP Nokia dari tas selempang Hasan. Dia kabur, disusul wanita besar. Sebelum mereka kabur, Hasan sempat memegang si wanita kecil, tapi wanita itu berontak sehingga lepas. Setelah mereka lari, Hasan bingung harus berteriak apa di negeri orang. Dia teriak maling dan pencuri.
"Saya kejar mereka sambil teriak pencuri! Saya ngos-ngosan kejar mereka," cerita warga Jl. Tambak, Jakarta Selatan itu.
"Mereka beraksi cepat sekali, tak sampai 5 menit. Sepertinya sudah tahu rahasianya," ujar Hasan.
Dalam upaya pengejaran itu, wanita kecil sempat terjatuh. Dia juga membuang HP yang dirampasnya.
Hasan berlari mengejar dua wanita itu tanpa kenal lelah. "Itu terjadi spontan saja karena HP saya hilang," ungkapnya.
Perjuangan Hasan membuahkan hasil. Si wanita besar berhasil dihadang oleh petugas pengamanan Indonesia dan polisi Saudi. Baik Hasan maupun pelaku kemudian dibawa ke Polsek Abu Bakar Shiddiq.
Hasan mengaku tak tahu tipe atau pun harga HP itu. "Saya hanya dikasih anak saya bawa itu selama haji," ujarnya.
Memepet jamaah lalu merogoh tasnya adalah modus yang berkembang di sekitar Masjid Nabawi yang ramai. Orang tua yang terlepas dari rombongan adalah sasaran pelaku. Korban dan pelaku terdiri dari laki-laki maupun wanita. Karena itu disarankan tak banyak membawa uang/harta dan tak lepas dari rombongan.
(nrl/fjp)











































